Gerbang Benteng Vestenberg

Jalan-Jalan ke Solo: Trip Singkat

Di bulan November-Desember 2017, aku berkesempatan jalan-jalan ke Solo Solo dua kali, salah satunya adalah saat ada acara Kopdar Blogger yang mengharuskanku menginap di Hotel Fave Adisucipto Solo.

Jadi selama dua kali perjalanan singkat ke Solo tersebut (2 hari, 1 malam), aku menyempatkan diri mencoba sesuatu yang menjadi ciri khas Solo, baik tempat wisata, landmark dan tentu saja kulinernya.

Rumah Blogger Indonesia

Ini adalah tempat kedua yang aku kunjungi ketika mendarat di kota Solo. Tempat pertama adalah gedung yang (bisa jadi) bersejarah untuk menghadiri acara pameran Jurnalistik (lupa namanya).

Rumah Blogger Indonesia (RBI) sebenarnya bukan tempat wisata, namun merupakan ikon bagi para blogger-blogger jaman old, terutama yang sering ngobrolin tentang Indonesia.

jalan jalan ke solo
Dari kiri ke kanan (Perwakilan AJI, Humas PT XL Axiata, Pakdhe Blontank)

Banyak public figure yang sudah mampir kesini untuk sekedar menikmati teh blontea atau menampung aspirasi publik.

Buat kalian yang bukan blogger yang terafiliasi dengan tempat ini, mungkin RBI ga terlalu menarik untuk disinggahi.

Tapi jika kalian ingin mencicipi teh Blontea yang begitu tersohor, maka sebaiknya datanglah pada waktu malam, karena di tempat ini ada hik atau angkringan khas Solo yang menjajakan makanan sederhana untuk menemani ngobrol hingga dini hari.

Ketemu Gus Mul

Mencoba Trem ala Solo

Hal menarik yang ingin aku coba ketika jalan-jalan ke Solo adalah menaiki trem ala Solo. Kereta api yang hanya memiliki satu tujuan saya, yaitu Solo – Wonogiri.

Tidak berbeda dengan kereta api pada umumnya, hanya saja, kereta dengan nama Batara Kresna ini melewati jalur mobil dan motor mulai dari Purwosari hingga melewati Pasar Grosir Solo. Selain itu jalur yang dilalui seperti pada kereta api di Indonesia pada umumnya.

harga tiket kereta batara kresna
Harga Tiket Kereta
Kereta Batara Kresna
Kereta Batara Kresna

Tiket kereta Batara Kresna cukup murah, yaitu Rp 4000,- untuk sekali jalan. Kereta ini hanya beroperasi 2x dalam satu hari, yaitu pagi (jam 8:00 WIB dari Purwosari Solo) dan sore (jam 16:00 WIB dari Purwosari).

Untuk kembali ke Solo, dari stasiun Wonogiri, kita bisa berangkat pukul 9:45 WIB dan 17:45 WIB.

Saat pertama mencoba, aku cukup senang karena baru pertama kali naik kereta api yang melewati jalur mobil dan motor. Namun setelah itu, aku merasa bosan, karena kereta ini melaju cukup lambat.

Saranku, jika kalian hanya memiliki waktu sebentar untuk singgah di kota Solo, maka mencoba kereta api ini bukanlah hal terbaik. Waktu tempuh 3 jam pulang-pergi akan lebih baik jika dihabiskan dengan berkeliling kota Solo untuk wistaa kuliner atau belanja.

Nasi Liwet Mbak Yanti

Nasi Liwet Solo Mbak Yanti
Nasi Liwet Solo Mbak Yanti

Terletak di dekat Stasiun Purwosari (sebelah timur stasiun), nasi Liwet di sini memiliki citarasa yang menggugah selera. Nasinya yang gurih dan bumbunya yang khas, membuatku selalu menyempatkan diri untuk mencicipi nikmatnya makanan khas Solo ini.

Harga yang ditawarkan juga cukup murah, mulai dari 10 ribuan, tergantung lauk-pauk yang kalian inginkan. Di sana kalian bisa memilih telor, ayam atau lauk lainnya sebagai pendamping nasi Liwet.

Selain nasi Liwet, warung ini juga menyediakan menu-menu lain yang bisa kalian coba.

Jika kalian memutuskan jalan-jalan ke Solo, maka tempat ini sangat aku rekomendasikan untuk disinggahi.

Timlo Solo

Timlo Solo dan Nasi Liwet
Timlo Solo dan Nasi Liwet

Selain nasi Liwet, Timlo juga merupakan makanan ikonik dari kota ini. Sebenarnya ada beberapa tempat makam Timlo yang populer, namun semuanya sudah tutup pukul 5 sore.

Berbekal info dari Google, maka salah satu rekomendasi warung Timlo Solo yang masih buka setelah pukul 5 sore adalah Timlo Solo.

Meski bernama Timlo Solo, warung ini juga menyediakan nasi Liwet (tapi secara rasa, aku masih cocok dengan Nasi Liwet Mbak Yanti).

Rasa Timlo Solo di tempat ini cukup enak dan segar. Sama seperti Nasi Liwet, kalian juga bisa memilih makanan untuk membuat rasa dari makanan ini terasa lebih bervariasi.

Taman Sriwedari

Semacam tempat yang cukup terkenal di Solo versi Google. Aku tidak bisa memberikan banyak informasi mengenai tempat ini, dikarenakan aku ke tempat ini pukul 19:00 WIB dan saat sampai di sana, suasana taman gelap dan sepi.

Jadi mungkin saranku adalah, pergilah ke taman ini pada sore hari.

Kota barat

Warung She-Jack
Warung She-Jack

Ini adalah tempat yang direkomendasikan oleh driver Go-Car ketika aku menanyakan tempat kuliner yang populer.

Saat sampai di sana, aku mendapati beberapa tempat makan yang cukup akrab di telinga, seperti Markobar (milik anaknya Jokowi) dan SHE-JACK yang terkenal karena menjual susu sapi.

Selat Viens Solo

Nasi Liwet – Timlo – Selat seperti three musketeers dari Solo. Ada dua warung Selat Solo yang terkenal, yaitu warung Mbak Lies dan Mbak Viens. Keduanya menjual Selat Solo yang terpujikan.

Karena aku sudah pernah mencoba warung Mbak Lies, maka warung Selat Viens Solo adalah pilihanku saat itu.

Aku memesan Selat Solo Iga dan Daging Cacah, keduanya memiliki rasa yang maknyus. Perpaduan bumbunya pas, dan merupakan menu yang cocok untuk sarapan.

Selat Solo Mbak Viens
Selat Solo Mbak Viens

Harga dari Selat Solo di sini cukup murah, mulai 10 ribuan. Tapi jangan sekali-kali pesan minum es atau jeruk hangat, karena harga satu gelasnya sama dengan harga satu porsi Selat Solo :))

Selain Selat Solo, di warung ini juga menjual menu klasik Solo seperti Sop Manten dan Sop Matahari.

Tempat ini juga aku rekomendasikan jika kalian ingin mencoba kuliner khas dari kota Solo.

Benteng Vastenberg

Merupakan benteng peninggalan Belanda, terletak di dekat Pasar Grosir Solo (PGS). Sayangnya, aku tidak bisa masuk ke benteng tersebut. Benteng ini hanya dibuka ketika ada event saja.

Berbeda dengan Benteng Vredebergh yang ada di kota Jogja, di dalam benteng ini hanya ada lapangan kosong saja.

Pasar Grosir Solo

Ini adalah surganya belanja batik murah di Solo. Tak afdol rasanya jika berkunjung ke Solo tidak mampir membeli batik di sini. PGS terletak persis di sebelah Benteng Vastenberg.

PGS memiliki banyak kios batik serta food court baik yang berada di luar gedung ataupun di dalam gedung.

Kalian bisa memilh bermacam-macam kerajninan batik mulai dari yang terjangkau, hingga yang mahal.

Jika kalian bepergian ke Solo, membawakan oleh-oleh pakaian batik untuk orang-orang terdekat tidak akan menguras kantong.

Pandawa Water World

Merupakan tempat wisata air terbesar di Solo Raya. Ini merupakan kali kedua aku mengunjungi tempat ini. Pandawa Water World menyediakan beberapa wahana pilihan, seperti Black Hole, Slingshot, ombak buatan dll.

Harga tiketnya adalah Rp 80.000 dan sewa loket 30.000 (25.000 sebagai jaminan kunci). Namun tempat ini juga menyediakan berabagi promo untuk dapat harga tiket yang lebih murah. Aku menggunakan kartu kredit BCA untuk mendapatkan diskon Rp 30.000.

Pandawa Water World Solo

Bagaimana pengalamanku bermain di Water World?

Aku datang sebagai kustomer pertama (Pandawa Water World buka pukul 12:00 WIB) dan masih mendapati air wahana belum begitu bersih (masih ada beberapa daun di kolam) serta lifeguard yang belum siap. Mungkin karena waktu itu aku datang terlalu awal dan bukan akhir pekan.

Sebagian besar wahana aku coba (kecuali yang ombak buatan, karena memang tidak dijalankan), dan secara keseluruhan aku cukup puas. Tidak begitu menyeramkan, namun juga tidak cupu. Cocok buat kalian yang ingin mencoba-coba permainan air yang memacu adrenalin.

Selain wahana, Pandawa Water World juga memiliki fasilitas food court, foto momen, loker, musholla dll.

Pandawa Water World mungkin bukan tujuan wisata yang cocok bagi kalian pelancong mandiri. Namun buat kalian yang bepergian bersama keluarga (terutama dengan anak kecil), maka tempat ini menarik untuk dikunjungi.

Dapoer Bistik

Dapoer Bistik Solo
Bistik LIdah Sapi Lada HItam

Tempat makan ini merupakan rekomendasi seorang teman yang tinggal di Solo. Rekomendasinya sungguh tak mengecewakan.

Ada beberapa menu yang tersaji di Dapoer Bistik, dan aku memilih Bistik Lidah Lada Hitam yang disajikan panas di atas piring tanah liat.

Rasa dari menu yang aku pesan sangat enak dan bikin nagih (mungkin tempat ini akan menjadi tujuan wajib ketika ke Solo). Bumbu lada hitam yang sangat terasa dan lidah sapi yang dimasak sempurna, membuatku tak ragu untuk merekomendasikan menu ini bagi kalian yang ingin berkunjung ke tempat makan ini.

Harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau, yaitu Rp 27.000 (belum dengan nasi putih).

Sayangnya, aku tidak sempat mencoba berbagai menu lain yang ditawarkan di Dapoer Bistik Solo. Mungkin dilain kesempatan.

Abon Gulung Soloflossroll

Soloflossroll
Soloflossroll (pict via Tokopedia)

Serabi merupakan oleh oleh khas Solo, namun aku cukup tertarik untuk mencoba oleh-oleh kekiniaan yang bernama Abon Gulung Soloflosroll (nama yang cukup sulit diingat).

Makanan ini sejatinya adalah bolo gulung biasa, namun dengan rasa gurih dan ditaburi dengan abon.

Aku memesan makanan ini melalui Go-Food, dan di aplikasi tersebut ada beberapa varian, seperti abon sapi atau ayam.

Karena penasaran, aku coba memesan Soloflosroll varian abon ayam dengan harga Rp 49.000,-.

Secara rasa, cukup familiar di mulut dan enak, meskipun tidak terasa seperti oleh-oleh khas dari daerah tertentu. Mungkin makanan ini mirip dengan roti-roti kekinian ala artis yang sedang menjamur di kota-kota besar Indonesia.

Apakah layak beli? tentu, terlebih jika kalian adalah traveler millenial yang ingin selalu mencoba hal baru.

Itulah sekilas pengalaman jalan-jalan singkatku ke Solo. Apakah kalian punya cerita lain ketika berkunjung ke kota tersebut?

About the author

admin

View all posts

5 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *