Jalan Jalan ke Jawa Barat Hari Kedua

Hari kedua masih berada di kabupaten Pangandaran, kali ini mengunjungi beberapa tempat wisata yang letaknya jauh dari jalan utama. Dan di hari kedua ini, aku menikmati perjalanan dan tempat-tempat wisata yang aku kunjungi, karena tidak ada satupun yang pernah aku datangi sebelumnya.

Curug Maung

Sebuah air terjun yang masih alami. Saat aku tiba di sana, tempat itu baru dikelola selama tiga minggu. Jadi bisa terbilang masih baru.

Jalan menuju kesana juga cukup menantang, hanya ada jalan yang bisa dilalui sepeda motor saja, itupun tanah liat dan menanjak. Saat itu kondisi basah, jadi aku beberapa kali tergelincir. Jika kalian menggunakan motor trail, tentu akan lebih mudah mencapainya.

curug maung
Curug Maung

Tiket masuk seikhlasnya, dan biaya parkir Rp 2000,- untuk motor. Bagaimana jika ingin naik mobil? kalian harus memarkir sebelum jalan masuk dan berjalan kaki sekitar 500 meter.

Saat aku datang, bukan saja disambut dengan pemandangan air terjun, tapi juga pemandangan sawah yang menguning.

Tempat wisata ini masih sangat baru, jadi jika kalian ingin kesana, sebaiknya memang hanya untuk melihat atau mandi di air terjun saja.

Watu Lumpang

Tempat selfie yang berada di pegunungan, mirip dengan Bukit Panguk. Bedanya, untuk menuju kesana, akses jalannya masih belum sepenuhnya baik, namun tetap enak dilalui, bahkan untuk kendaraan roda empat.

Untuk masuk ke area ini, kita harus membayar Rp 5.000,- per orang, sudah termasuk parkir kendaraan (aku menggunakan motor).

Menurut cerita dari ibu yang menjadi pemandu kami, Watu Lumpang dimiliki dan dikelola oleh warga sekitar, termasuk ibu tersebut. Setiap tempat mempunyai pemiliknya sendiri, namun dikelola dalam satu manajemen.

Bukan hanya tempat selfie, Watu Lumpang juga menyediakan wisata caving dan kayak menyusuri sungai yang jernih. Sayangnya, aku datang di saat off-season, jadi petugas yang memandu kayak dan caving tidak berada di tempat.

Selain keindahan alamnya, hal menarik yang aku jumpai adalah, adanya mata air yang langsung bisa diminum. Mereka menamainya bla bla bla.

Satu kesalahan fatal yang aku lakukan saat mengunjungi tempat tersebut adalah, datang disaat siang hari yang terik. Bahkan kulitku terbakar karena begitu teriknya matahari saat itu.

Jadi saranku, datanglah pada saat pagi atau sore hari.

Citumang

Setelah puas di Watu Lumpang, aku langsung menuju Citumang, tempat wisata yang terkenal karena body rafting-nya. Jika kalian pernah ke gua Pindul, Citumang menawarkan hal serupa, namun dengan track yang lebih panjang dan menantang.

Pemandu dari tempat ini sepertinya berlatar belakang militer. Salah satu pemandu yang aku temui adalah mantan anggota militer.

Untuk tiketnya sendiri, Rp. 105.000,- per orang, dan sudah mendapatkan fasilitas makan.

Tips: sebaiknya jangan kesana sendirian, niscaya mereka akan enggan untuk menjadi pemandu kalian saat body rafting. Datanglah berkelompok, 5 orang atau lebih.

HAU Lodges

Salah satu tempat menarik yang masih berada di daerah Citumang. Tempat ini lebih seperti penginapan dengan konsep unik, yaitu menggunakan kontainer yang disulap sebagai kamar.

Harga kamar yang ditawarkan adalah 700 ribu untuk weekdays dan 1 jutaan untuk weekend. 

Namun bukan hanya itu, HAU Lodges juga menyediakan pemandangan sungai yang masih asri, yang bisa dinikmati melalui teras kamar ataupun cafe-nya. Di sana juga memiliki banyak spot selfie yang menarik. Selain itu, HAU Lodges kalian bisa  body rafting sebagai wisata tambahan.

About the author

admin

View all posts

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *